Banjir Bandang Terjang Bireuen, Sembilan Jembatan Dilaporkan Putus Total
Kabar Binjai – Banjir Bandang Terjang Bireuen kembali diterjang bencana banjir bandang setelah hujan lebat mengguyur wilayah pegunungan sejak dini hari. Arus deras yang datang tiba-tiba membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu besar yang menerjang permukiman serta infrastruktur warga. Dampak terparah terlihat pada sembilan jembatan yang dilaporkan putus total akibat kuatnya dorongan arus.
Peristiwa ini membuat sejumlah desa terisolasi. Warga tidak dapat melakukan aktivitas normal karena akses utama terputus. Beberapa keluarga bahkan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman setelah rumah mereka terendam dan tidak bisa ditempati sementara waktu.
Akses Transportasi Lumpuh
Putusnya sembilan jembatan membuat jalur transportasi antardesa lumpuh. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara pengendara motor harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan tidak selalu aman dilalui.
Seorang warga mengaku tidak bisa pergi bekerja karena jalur yang biasa ia gunakan hilang dihantam banjir. “Jembatan di desa kami hanyut total. Kami tidak tahu kapan bisa diperbaiki. Untuk sementara, kami hanya mengandalkan perahu karet dari relawan,” ungkapnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Gerak Cepat Tangani Bencana di Aceh
Banjir Bandang Terjang Kerusakan Meluas ke Lahan Pertanian
Selain infrastruktur, banjir bandang ini turut merusak puluhan hektare lahan pertanian. Petani di beberapa kecamatan kehilangan tanaman padi dan palawija yang siap panen. Aliran banjir juga mengakibatkan saluran irigasi tersumbat lumpur sehingga memperburuk situasi.
Para petani berharap pemerintah daerah turun tangan cepat untuk membantu pemulihan lahan, karena kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah Lakukan Penanganan Darurat
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta relawan mulai dikerahkan untuk membuka akses ke desa-desa terdampak. Kendati demikian, medan yang tertutup material banjir membuat proses evakuasi dan pembersihan mengalami kendala.
Pemerintah daerah menyatakan fokus utama saat ini adalah pemulihan akses vital dan memastikan logistik serta bantuan kebutuhan pokok sampai ke warga yang terisolasi. Rencana pembangunan jembatan darurat juga tengah disiapkan untuk mempercepat mobilitas masyarakat.
Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga sore hari, cuaca di wilayah hulu masih tidak stabil. BPBD mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi banjir susulan masih mungkin terjadi. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air.











